<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jendela Harapan Indonesia - Jendela Harapan Indonesia</title>
	<atom:link href="https://www.jendelaharapanindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com</link>
	<description>Yayasan Jendela Harapan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jan 2013 04:58:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Tuhan Allah Hadir</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/tuhan-allah-hadir/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/tuhan-allah-hadir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 20:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[theadmin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jendelaharapanindonesia.com/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[Ketika membaca perikop I Taw 13 : 1-14, kita akan melihat suatu peristiwa yang tidak umum terjadi. Dalam I Taw 13 : 9 di catat bahwa Tuhan membunuh Uza. Mengapa Tuhan membunuh Uza yang memegang Tabut Allah untuk mempertahankan agar Tabut Allah tidak terjatuh dari kereta. Bukankah apa yang dilakukan Uza adalah sesuatu yang baik, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membaca perikop I Taw 13 : 1-14, kita akan melihat suatu peristiwa yang tidak umum terjadi. Dalam I Taw 13 : 9 di catat bahwa Tuhan membunuh Uza. Mengapa Tuhan membunuh Uza yang memegang Tabut Allah untuk mempertahankan agar Tabut Allah tidak terjatuh dari kereta.</p>
<p>Bukankah apa yang dilakukan Uza adalah sesuatu yang baik, kalau saja dia tidak memegangnya bukan tidak mungkin Tabut Allah akan terjatuh. Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita bayangkan di depan kita ada 2 buah benda. Yang pertama adalah sebuah peti barang tanpa kayu pengusung dan yang kedua adalah sebuah peti barang dengan kayu pengusung. Kalau kita di minta memindahkan peti yang pertama, maka kita akan mengalami sedikit kesulitan. Karena tidak adanya sesuatu untuk di pegang, sedangkan untuk peti yang kedua kita akan mudah mengangkatnya. Karena ada kayu pengusung yang membuat kita bisa mengangkat bersama-sama. Gambar ini adalah gambar asli dari Tabut Allah yang hendak di pindahkan oleh Daud dan bangsa Israel. Tabut Allah ini dilengkapi oleh kayu pengusung, supaya dengan itu tabut dapat diangkut.( Kel 25:14; Yos 3:3 ) Bila kita melihat cara Daud dan bangsa Israel memindahkan Tabut Allah, maka kita akan menemukan bahwa mereka memindahkan Tabut dengan menggunakan kereta dan bukan dengan mengangkat seperti yang di jelaskan dalam kitab Keluaran.</p>
<p>Inilah kunci penting untuk kita bisa memahami mengapa Tuhan membunuh Uza. Daud dan bangsa Israel lupa bahwa Tabut Allah adalah lambang kehadiran Allah ( Kel 25:22 ). Pada saat Musa mendirikan Kemah Suci, Tabut Allah di letakkan di dalam ruang Maha Suci yang hanya Imam Besar yang boleh masuk, itupun hanya 1 tahun sekali ( Ibr 9 :7 )</p>
<p>Kesalahan terbesar Daud dan bangsa Israel adalah mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk memindahkan Tabut Allah. Mereka mengangkut Tabut Allah dengan menggunakan kereta yang di tarik lembu ( II Sam 6:6 ), padahal sudah jelas dalam Keluaran di tegaskan bahwa Tabut Allah harus diangkut oleh manusia ( kel 10:8 ) Jadi kita bisa mengerti kenapa Tuhan membunuh Uza? Karena Daud dan bangsa Israel menggangap sepele akan hadirat Allah. Dan mereka tidak belajar bagaimana cara mengangkut tabut Allah dengan benar.<br />
Kitapun sebagai manusia sering kali melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Daud dan bangsa Israel. Kita tahu bahwa Allah hadir dalam kehidupan kita, tetapi kita menganggap sepele kehadiranNya. Kita sudah diberikan Alkitab, tapi kita tidak pernah mempelajarinya. Sehingga seringkali kita melakukan kesalahan dan menyakiti Tuhan tanpa pernah menyadarinya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/tuhan-allah-hadir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Fenomena Jemaat yang Berpindah-pindah Gereja</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/menyikapi-fenomena-jemaat-yang-berpindah-pindah-gereja/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/menyikapi-fenomena-jemaat-yang-berpindah-pindah-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 20:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[theadmin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jendelaharapanindonesia.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena domba pindah kandang, saya sebut fenomena karena terjadi di semua denominasi gereja, semua kota, propinsi bahkan diseluruh penjuru dunia. Hal ini cukup menarik dan sering menjadi pembicaraan seru dalam berbagai acara pertemuan hamba-hamba Tuhan, baik dalam sidang Majelis Daerah, dalam Seminar hamba-hamba Tuhan, dalam forum diskusi ataupun dalam acara ngobrol diantara para hamba Tuhan. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena domba pindah kandang, saya sebut fenomena karena terjadi di semua denominasi gereja, semua kota, propinsi bahkan diseluruh penjuru dunia. Hal ini cukup menarik dan sering menjadi pembicaraan seru dalam berbagai acara pertemuan hamba-hamba Tuhan, baik dalam sidang Majelis Daerah, dalam Seminar hamba-hamba Tuhan, dalam forum diskusi ataupun dalam acara ngobrol diantara para hamba Tuhan. Karena itu saya lontarkan beberapa sudut pandang pemikiran dan pemantauan saya mengenai hal ini.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1173" title="anak-domba1" src="wp-content/uploads/2012/11/anak-domba1.jpg" alt="" width="300" height="240" /><br />
1. Pekerjaan roh jahat, roh pemecah</p>
<p>Allah adalah kasih, dan kasih itu menyatukan, mengikat persaudaraan, kasih itu menutupi kesalahan orang. Yesus berdoa supaya murid-Nya menjadi satu. Karena itu semua pekerjaan yang berlawanan dengan kesatuan, seperti perpecahan, percideraan, pertengkaran adalah perbuatan perbuatan roh-roh jahat. Dalam kasus Ayub, domba-domba Ayub yang berpindah kandang ke orang Kasdim dan orang Syeba, memang seizin Tuhan, tetapi yang melakukan adalah Iblis. Iblis setelah mendapat izin Tuhan, lalu undur dari hadapan Tuhan dan baru semua peristiwa terjadi. Pelakunya memang orang Kasdim dan orang Syeba, tetapi mereka melakukan hal itu karena dirasuki roh-roh jahat anak buah iblis. Iblis yang punya rencana jahat, ide jahat dan perbuatan jahat.</p>
<p>2. Pekerjaan Kedagingan Manusia</p>
<p>Paulus menulis dalam Galatia 5:19-21 “bahwa perbuatan daging telah nyata yaitu; perpecahan dan percideraan&#8230;.”</p>
<p>Pertengkaran, perpecahan yang salah satu bentuknya adalah domba pindah kandang, karena kedagingan. Salah satu sebab dan alasan mengapa pindah gereja sebenarnya adalah kedagingan. Daging manusia yang lemah, mudah ngambek, mudah tersinggung, tidak mau ditegor, tidak mau dididik dan dibentuk karakternya, maunya hanya mendengar Firman yang menyenangkan telinganya, mencari gereja dan pendeta atau gembala yang memuaskan telinganya. Dikota-kota, fenomenanya bukan gembala besoek dan PI Pribadi mencari jiwa, tetapi jiwa-jiwa mencari gembala yang disukainya, dan pindah kegereja lain jika sudah bosan, seperti orang pergi ke restoran.</p>
<p>“Karena akan datang waktunya, orang tidak lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” 2 Timotius 4:3</p>
<p>Setiap orang perlu untuk tertanam di sebuah gereja lokal, walaupun dia melayani antar gereja, memimpin yayasan atau persekutuan, karena dengan demikan karakternya bisa dibentuk, ada otoritas diatasnya, belajar memimpin tetapi juga dipimpin dengan demikian mengurangi kemungkinan menjadi sesat atau benar sendiri.</p>
<p>3. Seijin Tuhan</p>
<p>Belajar dan menggunakan kasus Ayub (Ayub 1:6-17) sebagai ilustrasi kasus gereja atau masalah penggembalaan dalam pelayanan, memang sangat jelas bahwa semua itu terjadi karena SEIJIN TUHAN.</p>
<p>Jangan menjadi orang Kasdim dan Syeba yang diperalat iblis. Kesesatan memang harus ada, tetapi celakalah yang membuat kesesatan. Jangan kecewa kalau engkau mengalami seperti yang dialami Ayub (dombanya pindah, bahkan dirambok gembala lain), dan jangan marah dengan Tuhan. Jangan kecewa dan mengutuk orang lain, mengutuk gereja lain yang dombanya banyak karena pindahan dari kandangmu. Jangan mengutuk, tetapi bergumul dan carilah kehendak Tuhan, mengapa itu diijinkan, mari kita renungkan untuk mencoba mengerti beberapa alternatif mengapa Tuhan ijinkan?</p>
<p>a. Membentuk persekutuan dan specialisasi</p>
<p>Tuhan bisa saja mengijinkan domba pindah kandang, sehingga akhirnya orang-orang dengan visi yang sama berkumpul, orang-orang menjadi akrab dan sehati karena memiliki beban pelayanan yang sama, memiliki tujuan yang sama. Pengelompokan domba pada pelayanan serupa, karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang akan mengelompok sesuai dengan kesamaan-kesamaan yang dimiliki, termasuk dalam visi, pandangan, cara menafsirkan, dogma, ajaran. Pengelompokan visi serupa menimbulkan dampak persekutuan yang lebih erat, dan orang berkumpul dengan suka-cita.</p>
<p>b. Segmentasi pelayanan</p>
<p>Akhir-akhir ini tumbuh persekutuan dimana-mana, di sekolah, di kampus, di kantor, para wanita membuat persekutuan wanita, para pengusaha membuat persekutuan pengusaha, para cendekiawan membuat persekutuan cendekiawan. Pengelompokan semacam ini secara positif baik, sehingga hamba Tuhan bisa memberitakan firman secara fokus, untuk bidang-bidang riil yang digumuli jemaat. Jemaat bertumbuh karena mendapat pelajaran yang berhubungan dengan hidup mereka secara langsung.</p>
<p>Gejala serupa bukan hanya dalam persekutuan, tetapi juga ternyata dalam gereja. Orang-orang dengan kesamaan suku berkumpul dan membangun jemaat sendiri. Kalau gembala sidangnya Manado, singersnya Manado, Diakennya Manado dan jemaatnya Manado. Hal yang sama kalau jemaatnya Tiongha, Jawa atau Batak. Dengan demikian, hamba Tuhan bisa berbicara details, ditangkap dengan baik, sehingga tingkat efisiensi tinggi sekali. Dalam penginjilan memang misi itu lintas budaya. Tetapi jka saya berfikir dalam penanaman gereja, dalam pengembangan gereja, dalam penggembalaan jemaat, maka memang akan sangat efektif jika kita melayani orang se-suku dengan kita.</p>
<p>Kita sangat mengerti kondisi, kebiasaan, pantangan, ocultisme yang terlibat, kekurangan dan kelebihan, singkatnya kita memahami budaya, sosial, ekonomi, kondisi menyeluruh suku kita sendiri, dengan demikian kita mempunyai banyak cara-cara pelayanan yang kontekstual, yang bisa diterima sehingga bisa memenangkan banyak jiwa, bahkan mengajar dan menumbuhkan jemaat dengan sangat baik.</p>
<p>Ada kemungkinan Tuhan memang mengijinkan domba perpindah kandang, sehingga akhirnya terjadi pengelompokan (segmentasi), baik karena latar belakang suku, ekonomi, budaya, profesi sehingga setiap domba terlayani dengan baik dan penginjilan berkembang di kelompok tersebut.</p>
<p>c. Semacam jenjang pertumbuhan</p>
<p>Saya melihat ada gereja yang sangat efektif memenangkan jiwa jiwa baru, ini semacam gereja TK atau SD (bukan berarti lebih rendah rohaninya, hanya dalam hal fungsi seperti merekrut murid di tahap awal). Namun gereja tersebut sangat lemah dalam pengajaran dan pemuridan. Jemaat segera mencapai kejenuhan, kebosananan dan merasa tidak bertumbuh, lalu berjumpa dengan domba lain yang satu angkatan pertobatannya, tetapi kerohaniannya jauh lebih maju. Domba ini pindah kandang ke gereja lain, dan merasa mendapat banyak berkat. Gereja berikutnya Tuhan pakai semacam sekolah SMP atau SMA bahkan Perguruan Tinggi yang memang mampu mengajar dan mendewasakan jemaat dengan baik.</p>
<p>Saya melihat banyak gereja yang cakap mengajar jemaat dalam kelas-kelas pendalaman Alkitab yang sangat sistematis, jemaat mengerti dengan baik berbagai pelajaran Alkitab mulai keselamatan, awal jaman, akhir jaman, tabernakel, malaikat dan sebagainya. Namun saya masih melihat ada perpindahan domba dari gereja semacam itu ke gereja lain dalam jumlah banyak. Saya terus bertanya mengapa dan ke gereja jenis apa lagi?</p>
<p><img src="http://www.jendelaharapanindonesia.org/images/harvest-time.jpg" alt="" align="right" />Saya melihat ada gereja yang efektif memberdayakan jemaat terlibat dalam pelayanan. Ini semacam gereja yang menyalurkan tenaga kerja setelah mereka lulus sekolah. Ada banyak jemaat yang sudah pendalaman Alkitab dan pendalaman Alkitab, berdoa dan berdoa tetapi tidak juga dilibatkan dalam pelayanan-pelayanan lainnya. Begitu dia pindah kandang ke gereja tertentu dengan cepat melesit dari Song Leader, jadi pengkotbah, jadi ketua FA, jadi gembala ranting dsb. Memang ada gereja yang sangat bagus penata layanannya, managementnya yang mampu melibatkan banyak orang dalam pelayanan. Domba bertumbuh bukan karena belajar tetapi karena melayani, karena aktif dan berbuat sesuatu. Ada gereja yang punya kemampuan menumbuhkan orang dan melibatkan orang dalam pelayanan bahkan menjadikan mereka para &#8216;full time&#8217;, memanggil dan menantang orang melayani dan menempatkan mereka dalam pelayanan secara bagus sekali.</p>
<p>Kalau kita mengasihi domba dan bukan mengasihi diri sendiri, bukan mengasihi organisasi gereja kita, seharusnya kita bangga kalau ada domba yang bisa maju di kandang lain yang punya Tuhan juga, seperti bangganya seorang guru SD melihat muridnya menjadi juara di sekolah SMP bahkan sukses dimasa depan mereka. Orang yang sukses juga semestinya tidak meremehkan dan menghina guru SD-nya kecuali orang yang tidak tahu balas budi. Kita tidak bisa menghapus sejarah dibelakang kita. Kita menjadi seperti ini karena peran orang tua kita yang melahirkan, guru TK kita, guru SD dan seterusnya, demikian juga dalam hal kerohanian kita, semua yang kita alami Tuhan telah ijinkan, atur dan merubahnya menjadi kebaikan atas diri kita.</p>
<p>Ada yang menabur, ada yang menyiram, ada yang menuai, ada yang menikmati gandumnya, semuanya sama-sama bersuka cita. Semua diperlukan pada waktu dan tujuan tertentu untuk membangun Tubuh Kristus, untuk membangun pribadi-pribadi, membangun ‘bait Roh Kudus’’. Tiap gereja seperti satu anggota tubuh dengan fungsi yang khusus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/menyikapi-fenomena-jemaat-yang-berpindah-pindah-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INSPIRASI: &#8220;Belajar dari Pohon&#8221;</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/inspirasi-belajar-dari-pohon/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/inspirasi-belajar-dari-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 19:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[theadmin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jendelaharapanindonesia.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pohon tidak makan dari buahnya sendiri. Untuk hidup atau tumbuh, pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang di serap. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai sumber kehidupan. Kenapa buah Kurma manis sekali? Pohon kurma itu di tanam di padang pasir. Bijinya di taruh di kedalaman [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pohon tidak makan dari buahnya sendiri. Untuk hidup atau tumbuh, pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang di serap. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai sumber kehidupan. Kenapa buah Kurma manis sekali? Pohon kurma itu di tanam di padang pasir. Bijinya di taruh di kedalaman 2 meter, kemudian di tutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon korma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam samapai kemudian menembus empat lapisan tersebut dan menghasilkan  buah yang ,manis di tengah padang pasir. Intinya, kirta perlu proses perjuangan yang luar biasa ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa pula. Bisakah kita menjadi seperti &#8220;Pegas&#8221; yang memeiliki daya dorong kuat ketika di tekan?</li>
<li>Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang. Kadang kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justeru orang lain. Inilah prinsip memberi&#8230;..kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi untuk memberi buah. Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang memerlukan, bukan demi diri sendiri. Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu; tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberi berkah pada orang lain denganpemberian kita.<br />
<a href="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/11/apple-tree-valerian-ruppert1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1170 aligncenter" title="apple-tree-valerian-ruppert1" src="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/11/apple-tree-valerian-ruppert1-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></li>
<li>Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi. ini berbicara tentang bagaimana hidup kita memberi dampak positif terhadap orang lain. Bila kita menjadi seorang pemimpin, itu bukan masalah posisi atau jabatan, tapi mengenai pengaruh dan inspirasi yang bisa di berikan kepada orang lain. Jadilah &#8220;Pohon Kehidupan&#8221; yang memberikan kontribusi positif buat orang-orang disekitar kita!</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/inspirasi-belajar-dari-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekudusan Allah</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/kekudusan-allah/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/kekudusan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 19:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[theadmin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jendelaharapanindonesia.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Kudus ialah sifat Allah yang membuat-Nya tidak bisa berkompromi dengan dosa apa pun, sekecil apa pun. Mana bisa manusia menghadap Allah yang mahasuci dengan dosa, sekalipun itu kecil sekali. Allah memang mengampuni orang berdosa, tetapi Ia menghukum dosa. Siapa yang berdosa, ada pengampunan. Tetapi jangan lupa, Allah murka terhadap dosa. Jangan mempermainkan Allah dalam pengakuan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kudus ialah sifat Allah yang membuat-Nya tidak bisa berkompromi dengan dosa apa pun, sekecil apa pun. Mana bisa manusia menghadap Allah yang mahasuci dengan dosa, sekalipun itu kecil sekali. Allah memang mengampuni orang berdosa, tetapi Ia menghukum dosa. Siapa yang berdosa, ada pengampunan. Tetapi jangan lupa, Allah murka terhadap dosa. Jangan mempermainkan Allah dalam pengakuan dosa. Banyak orang mengaku dosa dengan kemunafikan. Dosa yang pertama belum beres sudah ditambah lagi dengan dosa yang kedua, yaitu pura-pura minta ampun dosa.</p>
<p>Banyak orang beribadah, tidak berkurang dosanya, tetapi malah bertambah, karena berbagai kebohongan. Sementara Allah yang dihadapi itu kudus, yang mengetahui kebengkokan hati manusia, dan harus berduka karena perilaku kita. Ibadah mau mengaku dosa, tetapi bukan terampuni tetapi bertambah. Kenapa? Karena kita mengaku dosa pun ternyata bermain-main dengan dosa. Kekudusan Allah menuntut manusia harus hidup kudus. Dia kudus maka kita harus kudus. Dan kekudusan yang kita terima hanya mungkin ditebus di dalam darah Yesus Kristus. Dan Dia sudah melakukan itu. Karena itu periksa diri, bergantunglah kepada Tuhan Yesus. Bersyukurlah karena Dia menebus dosa. Ia tidak akan pernah kagum dengan aktivitas keagamaan sehebat apa pun. Karena Dia hanya akan menyorot orang-orang yang kudus, sama seperti Dia kudus.<br />
Kekudusan Allah menuntut manusia untuk jauh dari berhala. Allah yang kudus tidak rela di “selingkuh”i. Allah yang kudus tidak mau diduakan. Jangan pernah berpikir berhala bisa kita simpan, sementara kita memainkan peran sebagai orang percaya yang rajin ke gereja. Jangan pernah berpikir pula bahwa berhala itu hanya sekadar patung, gua, pohon besar. Orang modern memiliki jauh lebih banyak tempat berhala. Di jaman sekarang orang memberhalakan kekayaannya, sehingga menghina orang lain. Orang modern memberhalakan kepintarannya, kepada otaknyalah dia bergantung, bukan lagi kepada Tuhan. Otak yang dipakai, bukan iman. Padahal seharusnya otak itu tunduk kepada iman. Orang-orang yang punya kuasa, memperlakukan orang semena-mena karena berpikir dia yang berkuasa, lupa kepada Tuhan. Semua peran yang dimainkan dalam kondisi seperti itu menunjukkan manusia punya berhala. Seorang pria mem-berhalakan ceweknya yang cantik, sehingga mau meninggalkan Tuhan dengan seribu dalih demi sang kekasih, yang kebetulan tidak kenal Tuhan. Karena itu hati-hati kepada jebakan berhala yang membuat Tuhan yang kudus jauh dari kita.<br />
Kekudusan Allah menuntut kita untuk kudus, kalau memang kita mau jadi anak Allah. Lain cerita jika dengan sadar kita berkata, “saya tidak mau”. Jika memang tidak mau menjadi anak Allah, kau berhak untuk tidak kudus. Silakan lakukan apa yang kau mau. Tetapi kalau engkau berkata, “Aku anak Allah, mau mengikut Allah”, maka hiduplah kudus. Dia tidak menuntut kita melakukan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan. Dia tidak menuntut kita melakukan sesuatu yang tidak jelas. Dia menuntut kita untuk melakukan apa yang ada pada diri-Nya dan apa yang sudah dikerjakan-Nya, di dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.</p>
<p>Implikasi kekudusan Allah menuntut kekudusan iman. Kekudusan Allah ini tidak hanya dibicarakan dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru juga menggemakan Allah yang kudus itu secara luar biasa. Dalam Matius 5: 48 dikatakan, “Kuduslah engkau karena Tuhan Allah kudus”. Kekudusan yang dikerjakan di dalam diri kita orang berdosa yang telah ditebus di dalam diri Yesus Kristus, harus kita pelihara dan jaga. Kita tidak punya argumen untuk tidak hidup kudus di hadapan Allah. Allah yang kudus menuntut kita kudus di tengah dunia yang tidak kudus. Allah yang kudus menuntut kita hidup kudus, karena kita memang sudah dikuduskan. Karena itu mari kita sama-sama untuk tidak menghina diri kita yang sudah dikuduskan oleh cinta kasih-Nya. Memang tidak sederhana karena kita hidup di dalam dunia yang penuh seluk beluk menghan-curkan dan mematikan. Di tengah-tengah dunia yang penuh perta-rungan sulit dan berat tetapi harus dilewati. Jangan pernah berkata, “Mana mungkin aku bisa hidup kudus”. Tuhan yang mengasihi kita adalah Tuhan yang memberi kita kekuatan asalkan kita taat kepada ketetapan-Nya, bergantung kepada kebenaran firman-Nya dan hidup di dalam iman yang dianugerahkan-Nya. Kekudusan akan memisah kita dari dosa yang berarti juga terpisah dari masalah. Karena seluruh sumber masalah adalah dosa. Ketegangan, kesulitan akan punah termakan kesukacitaan karena hidup dalam kekudusan. Kekudusan membawa kita dengan jernih memandang kehidupan. Kekudusan membawa kita dengan tenang menikmati kehidupan.<br />
Tak ada alasan bagi kita untuk menggadaikan kekudusan hanya karena dendam, atau kebencian. Tak ada alasan menjual kekudusan demi kepuasan perut. Tetapi ada alasan yang sangat kuat supaya kita selalu kudus, karena itu adalah perintah Allah. Tuntutan yang tidak bisa kita sepelekan, yang mau tak mau harus kita penuhi. Karena itu, mari bersama untuk merespon kepada Allah yang kudus dengan hidup kudus. Allah yang benci kepada dosa tetapi setia mengasihi ketika kita mengaku dosa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/kekudusan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/renungan/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 19:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[theadmin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jendelaharapanindonesia.com/?p=1162</guid>
		<description><![CDATA[MAZMUR 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>MAZMUR 1:1-3</p>
<ol>
<li>Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,</li>
<li>tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.</li>
<li>Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/11/alkitab11.gif"><img class="aligncenter  wp-image-1163" title="alkitab1(1)" src="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/11/alkitab11-300x287.gif" alt="" width="180" height="172" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why You Need a Small Group</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/why-you-need-a-small-group/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/why-you-need-a-small-group/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2012 21:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Ministries]]></category>
		<category><![CDATA[bible study]]></category>
		<category><![CDATA[community]]></category>
		<category><![CDATA[small groups]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://multisite.dev/risen/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[In principio creavit Deus caelum et terram. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Iustificati igitur ex fide pacem habeamus ad Deum per Dominum nostrum Iesum Christum. Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>In principio creavit Deus caelum et terram. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
<div id="attachment_107" style="width: 290px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family.jpg"><img class="wp-image-107 " src="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family-300x225.jpg" alt="" width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sample image with caption</p></div>
<h2>Image with Caption</h2>
<p>Let&#8217;s imagine this post&#8217;s text wrapped around an image with a caption. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Et ait faciamus hominem ad imaginem et similitudinem nostram et praesit piscibus maris et volatilibus caeli et bestiis universaeque terrae omnique reptili quod movetur in terra. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<h2>Now a Blockquote</h2>
<p>Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Let&#8217;s try a blockquote.</p>
<blockquote class="quote centered"><p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. In principio creavit Deus caelum et erram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram.</p></blockquote>
<p>Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/why-you-need-a-small-group/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In Principio Creavit Deus Caelum Et Terram</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/in-principio-creavit-deus-caelum-et-terram/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/in-principio-creavit-deus-caelum-et-terram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2012 21:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Announcements]]></category>
		<category><![CDATA[airplanes]]></category>
		<category><![CDATA[announcements]]></category>
		<category><![CDATA[birds]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://multisite.dev/risen/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. In principio creavit Deus caelum et terram. Et cognoscetis veritatem et veritas liberabit vos.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>In principio creavit Deus caelum et terram. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
<div id="attachment_107" style="width: 290px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family.jpg"><img class="wp-image-107 " src="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family-300x225.jpg" alt="" width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sample image with caption</p></div>
<h2>Image with Caption</h2>
<p>Let&#8217;s imagine this post&#8217;s text wrapped around an image with a caption. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Et ait faciamus hominem ad imaginem et similitudinem nostram et praesit piscibus maris et volatilibus caeli et bestiis universaeque terrae omnique reptili quod movetur in terra. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<h2>Now a Blockquote</h2>
<p>Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Let&#8217;s try a blockquote.</p>
<blockquote class="quote centered"><p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. In principio creavit Deus caelum et erram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram.</p></blockquote>
<p>Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/in-principio-creavit-deus-caelum-et-terram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Omnes Enim Peccaverunt Et Egent Gloriam Dei (No Sidebar)</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/omnes-enim-peccaverunt-et-egent-gloriam-dei/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/omnes-enim-peccaverunt-et-egent-gloriam-dei/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 07:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[airplanes]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>
		<category><![CDATA[turtles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://multisite.dev/risen/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>In principio creavit Deus caelum et terram. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
<div id="attachment_107" style="width: 290px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family.jpg"><img class="wp-image-107 " src="http://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/family-300x225.jpg" alt="" width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sample image with caption</p></div>
<h2>Image with Caption</h2>
<p>Let&#8217;s imagine this post&#8217;s text wrapped around an image with a caption. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Et ait faciamus hominem ad imaginem et similitudinem nostram et praesit piscibus maris et volatilibus caeli et bestiis universaeque terrae omnique reptili quod movetur in terra. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
<h2>Now a Blockquote</h2>
<p>Omnes enim peccaverunt et egent gloriam Dei. In principio creavit Deus caelum et terram. Let&#8217;s try a blockquote.</p>
<blockquote class="quote centered"><p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. In principio creavit Deus caelum et erram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. In principio creavit Deus caelum et terram.</p></blockquote>
<p>Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/omnes-enim-peccaverunt-et-egent-gloriam-dei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: The Password is &#8220;pizza&#8221;</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/the-password-is-pizza/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/the-password-is-pizza/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 03:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Announcements]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Ministries]]></category>
		<category><![CDATA[Missions]]></category>
		<category><![CDATA[airplanes]]></category>
		<category><![CDATA[cars]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>
		<category><![CDATA[small groups]]></category>
		<category><![CDATA[tacos]]></category>
		<category><![CDATA[turtles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://multisite.dev/risen/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<form action="https://www.jendelaharapanindonesia.com/wp-login.php?action=postpass" class="post-password-form" method="post">
<p>This content is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-155">Password: <input name="post_password" id="pwbox-155" type="password" size="20" /></label> <input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p>
</form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/the-password-is-pizza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Post with Multiple Pages</title>
		<link>https://www.jendelaharapanindonesia.com/post-with-multiple-pages/</link>
		<comments>https://www.jendelaharapanindonesia.com/post-with-multiple-pages/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 21:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Missions]]></category>
		<category><![CDATA[airplanes]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>
		<category><![CDATA[south asia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://multisite.dev/risen/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Et ait faciamus hominem ad imaginem et similitudinem nostram et praesit piscibus maris et volatilibus caeli et bestiis universaeque terrae omnique reptili quod movetur in terra.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>This post is broken into three pages. See links after content.</strong></p>
<p>In principio creavit Deus caelum et terram. Propterea sicut per unum hominem in hunc mundum peccatum intravit et per peccatum mors et ita in omnes homines mors pertransiit in quo omnes peccaverunt. Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam.</p>
<p>Sic enim dilexit Deus mundum ut Filium suum unigenitum daret ut omnis qui credit in eum non pereat sed habeat vitam aeternam. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit. Et ait faciamus hominem ad imaginem et similitudinem nostram et praesit piscibus maris et volatilibus caeli et bestiis universaeque terrae omnique reptili quod movetur in terra. In principio creavit Deus caelum et terram. Omnis enim quicumque invocaverit nomen Domini salvus erit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://www.jendelaharapanindonesia.com/post-with-multiple-pages/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
